Tuesday, June 9, 2015

Tips Menjadi Sales yang Disukai

Kalau perusahaan membuka lowongan pekerjaan untuk posisi sales executive, kira-kira bakal banyak yang melamar ga? Saya jamin rata-rata perusahaan kalau membuka lowongan untuk posisi yang melamar ga terlalu banyak, dibanding lamaran untuk posisi lain. Bahkan sering kali yang melamar motivasinya lebih karena tidak ada peluang buat dia melamar untuk posisi lain.

Sales identik dengan pekerjaan yang berisiko dan bertekanan tinggi. Kalau target tidak tercapai, bisa dengan gampangnya perusahaan akan memecat sales dan menggantikan dengan yang lain. Di lain sisi, sales sering disebelin sama calon customer yang dia prospek, karena seringkali sales menawarkan produk dengan ngotot dan pasang RG (Rai Gedeg / muka tembok) biarpun sudah ditolak.


Makanya pekerjaan sebagai sales seringkali dipandang sebelah mata. Padahal peran sales sangat penting lho dalam perusahaan. Bagaimana perusahaan berjalan, kalau tidak ada pemasukan dari penjualan? Bahkan saya menemukan banyak yang mengisi posisi-posisi penting di perusahaan, memulai karirnya dari posisi seputar sales.

So, bagaimana caranya biar bisa menjadi sales yang disukai oleh calon customer tapi target bisa tercapai? Ada banyak tips yang bisa dipakai. Saya coba share sebagian yang saya tahu, yang diantaranya:

1. Jangan mengemis atau pushy (memaksa).
Seringkali yang bikin citra buruk seorang sales adalah si sales seolah memaksa pembeli untuk membeli produknya. Entah dengan cara ‘mengemis-ngemis’ atau ‘meneror’ calon pembeli agar membeli produknya. Kalau sudah begini, terutama kalau yang ditawarin produk teman sendiri, si calon customer ga mau lagi ketemuan sama si sales. Hubungan jadi renggang.

Seharusnya sales merasa punya pride / harga diri, merasa bahwa produk yang dia tawarkan bermanfaat dan dia sebatas hanya menawarkan. Masalah si customer produk dia atau tidak,ya itu sih soal dia dapat hidayah atau tidak :D

2. Saat presentasi produk, jangan niatkan untuk jualan.
Seringkali saat mempresentasikan produk, sales menceritakan produknya secara berlebihan, tidak sesuai fakta produknya. Apalagi kalau si sales kelihatan banget jualannya, maka calon customer bakal jadi ‘males’ juga mendengarkan presentasinya. Kecuali calon customer memang sangat berminat membeli produknya.

Jadi sebaiknya sales saat presentasi meniatkan diri untuk menyampaikan informasi tentang produk dan jasa kepada customer karena meyakini bahwa informasi yang disampaikan akan bermanfaat bagi calon customer. Seperti yang tadi sudah disebutkan, calon customer beli atau tidak, sebaiknya tidak terlalu dipikirkan oleh sales, karena tujuannya memang menyampaikan informasi.

3. Jaga relasi dan gali database.
Hubungan dengan customer atau orang-orang yang sekiranya prospektif buat jadi customer harus dijaga. Selain itu manfaatkan hubungan ini untuk menggali rekomendasi customer dari mereka. Istilahnya menggali database. Jadinya berakar, customer menghasilkan customer baru.



Berusahalah jadi sales yang smooth dan ulet. Reputasi dijaga. Kalau sudah begitu saya yakin customer akan datang dengan sendirinya.


picture: empowerlounge.com

No comments:

You might like