Saturday, June 6, 2015

Live life at the the fullest

Melihat teman-teman bisa lebih sukses dari saya, tentunya saya ikut berbahagia. I'm happy for them. Tapi tidak bisa dipungkiri kadang ada rasa iri, mengapa saya belum bisa mencapai apa yang mereka capai. Dan terus terang kadang terasa sedikit mengintimidasi juga jadinya perasaan ini :D

Ya, kalau ‘melihat ke atas’ terus bisa dibilang tidak akan ada habisnya. Seringkali membuat kita menyesali langkah-langkah yang salah yang pernah kita ambil dulu, yang membuat kita menjadi tertinggal dari orang-orang yang kita pandang lebih sukses duluan. Tapi mau gimana lagi, people makes mistake, bruv :)

Kalau didiamkan begitu saja, perasaan seperti akan menjadi kontra produktif. Bisa bikin depresi. Akan membuat kita tidak menghargai apa yang sudah kita miliki. Membuat kita tidak bisa melihat sisi terang kehidupan. 

Padahal kata sebuah penelitian, orang yang beruntung itu adalah yang orang pikirannya diisi dengan rasa dirinya bahagia dan optimis. Masalahnya, bagaimana merasa bahagia dan optimis kalau yang mendominasi pikiran adalah perasaan depresi dan menyesali diri? Kata trainer NLP, "Yang namanya kegagalan itu tidak ada, yang ada adalah belajar."

Jadi langkah awalnya bisa berangkat dari rasa bersyukur atau gratitude. Kalau saya pribadi, saya merasa bersyukur dikaruniai nikmat iman akan Islam. Walaupun ibadah saya belum bagus dan kadang masih begajulan, tapi kalau ada tawaran untuk menukarkan iman saya dengan mobil Ferrari seri terbaru dan termahal pun, tidak akan saya ambil :D. Semoga bisa tetap istiqomah.

Selain itu saya juga bersyukur dikaruniai anak yang cantik dan sehat. Belum lagi nikmat masih bisa hidup, masih bisa memperbaiki kesalahan yang pernah dibuat, masih dikasih kesempatan untuk mengumpulkan bekal di akherat. Jadi masih ada harapan bagi saya untuk bisa husnul khotimah. Padahal di sisi lain, beberapa teman saya yang seumuran sudah ada yang meninggal. 

Ya, jalan hidup masing-masing kita mungkin berbeda. Hanya karena memiliki harta lebih banyak bukan berarti hidup lebih baik. Tapi bukan berarti jadi alasan untuk bermalas-malasan dalam bekerja juga sih. Ingat akan sebuah hadits, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain.” Jadi seberapa besar manfaat yang telah kita bagikan bagi sesama?


Orang bijak bilang, “Kalau kita menyesali hari-hari yang terlalu berlalu, dan takut akan hari yang akan datang, maka kita tidak punya hari ini untuk dijalani.”

*iseng ngetik buat jadi penyemangat dan pengingat diri, sambil nungguin bola final liga Champion, Barcelona vs Juventus. Siapapun yang menang, saya ikut senang. Semoga permainannya menarik buat ditonton :) *

No comments:

You might like