Wednesday, June 3, 2015

Keajaiban dari Sedekah Tidak Mesti Dibayar Cash

Saya mau sharing sesuatu nih. Tapi maaf, insya Allah bukan riya. Tujuannya ya kali aja sharing saya bisa ada manfaatnya.

Walaupun saya kadang masih ngerasa lumayan begajulan, alias ga alim-alim amat (ya emang ngerasa ga alim juga sih), tapi ada satu amalan yang kadang saya kerjakan berdasarkan petuahnya ustadz Yusuf Mansur. Ya apalagi kalo bukan soal sedekah.

Terus terang ya memang saya beberapa kali mengalami keajaiban dari sedekah. Salah satunya baru-baru ini, dimana suatu saat saya merasa belum membayar zakat dari rezeki yang saya dapatkan. Jumlahnya ya lumayan juga sih buat ukuran saya yang lagi merintis usaha. Tapi saya paksakan bayar juga akhirnya. Pas sudah transfer terus terang ada perasaan nyesel juga sih, heu. Coba uang zakatnya saya pakai buat nyicil hutang. Tapi akhirnya saya lupakan perasaan itu dengan berpikir saya yakin yang menerima uang saya itu lebih membutuhkan dibandingkan saya, lagian ini khan kewajiban. Kalau kata teman saya sih, ngasih sedekah itu dianggap kaya bok*er alias BAB aja deh, “buang dan lupakan” ^^


Sorenya, keajaiban itupun terjadi. Saya dapat message via Whatsapp dari salah satu sahabat saya, yang saya punya hutang ke dia. Dia bilang hutang saya di dia dianggap lunas. Nyaris ga percaya, sampai saya kira handphone dia lagi dibajak ama sahabat saya yang lain dan lagi ngeledek saya. Sampai-sampai saya telepon dia untuk memastikan. Dan ternyata memang benar, hutang saya dianggap lunas, gara-gara rekomendasi saham yang dulu pernah kasih sekitar 1,5 tahun lalu, sekarang membuahkan hasil berkali-kali lipat. 

Total hutang saya ke dia yang dihapusbukukan alias dianggap lunas jumlahnya sekitar 25 kali lipat dari uang yang saya sedekahkan paginya. Asli lho, ga pake echo :D

Tapi ya keajaiban seperti itu tentunya tidak selalu terjadi kok. Kadang saya ada pamrihnya juga kalau misalkan melakukan sedekah, berharap Allah segera secara “cash” membalasnya. Dan itu tidak selalu terjadi seperti contoh saya tadi. Dan disitu kadang saya merasa kecewa, heu (pada awalnya).

Sampai suatu saat saya berpikir, ada banyak rezeki yang diberikan oleh Allah kepada saya yang wajib disyukuri. Alhamdulillaah, saya termasuk orang yang jarang sakit. Paling-paling sebatas batuk dan flu, itupun dalam setahun rata-rata cuma ngalamin 4 kali. Keluarga saya juga. Kebayang kalau saya sering-sering ke dokter dan masuk rumah sakit, berapa biaya yang harus keluar. Belum lagi rezeki-rezeki saya yang lain. 

Ibaratnya Allah sudah memberikan “cash” itu di muka, dan saya harus membayarnya dengan bersyukur berupa membantu sesama. Kalau ternyata Allah memberi balasan rezeki tambahan, ya benar-benar alhamdulillaah ya.

Sorry kalau agak preachy. Padahal niatnya cuma sharing lho. Semoga bermanfaat :)

No comments:

You might like