Saturday, June 6, 2015

Jangan Lihat Hasilnya Saja, Tapi Lihat Juga Prosesnya.

Ada kejadian lucu pas jaman kuliah sekitar 12 tahun lalu (wah sdh tua juga ya saya ^^ ). Waktu itu saya sedang senang-senangnya belajar tentang pasar modal dan bercita-cita ingin bekerja sebagai pialang saham. Sampai-sampai waktu itu saya ikut pelatihan intensifnya yang diadakan di Bandung.

Lalu saya mencoba mengikuti ujian Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) pada tahun 2003 yang diadakan di kampus YPKP- Bandung. Jika lulus, maka saya akan mendapatkan lisensi untuk bisa menjadi broker / pialang saham secara resmi. Ibaratnya ini SIM-nya pialang saham. Kalau kerja jadi pialang tapi ketahuan sama Bapepam (sekarang OJK / Otoritas Jasa Keuangan) tidak punya lisensi WPPE, bisa kena sanksi. Tidak hanya pialangnya saja, tapi juga perusahaan sekuritas yang mempekerjakannya. Dan orang yang ikut ujian ini jarang sekali yang bisa langsung lulus. Banyak yang sampai mengulang berkali-kali, tetap saja tidak lulus. Hobi kali ya, heu.

Dan alhamdulillaah-nya saya saat itu langsung lulus ujian WPPE, tanpa mengulang. Padahal status saya masih mahasiswa. Kebanyakan yang ikut ujian orang-orang yang sudah bekerja di bidang pasar modal.

Melihat hal itu, teman-teman dekat saya di jurusan kuliah saya banyak yang mendaftar ujian WPPE juga di angkatan setelah saya. Ya mungkin pikiran mereka, “Anton yang kuliahnya biasa saja dengan IPK biasanya cuma 2 lebih sedikit dan belajar suka males-malesan saja bisa lulus, gimana kalau gue?” :D

Ada sekitar 6 orang teman saya (seangkatan & sejurusan) yang ikut ujian. Dan hasilnya tidak ada satupun yang lulus. Yang saya tahu, sebenarnya mereka ga terlalu ada passion di bidang pasar modal & belajarnyapun untuk persiapan ujian ini biasa saja.

Ada faktor yang tidak mereka perhatikan dari saya saat ambil ujian ini. Ada proses yang saya lewati, dimana saya tidak seperti Anton yang biasa mereka kenal. Untuk ujian ini saya belajar sangat spartan  & intens. Saya bikin rangkuman di kertas kecil yang bisa saya masukkan dompet. Kalau lagi nunggu pesanan makanan di kantin, saya biasa buka kebetan itu. Pokoknya ada waktu luang sedikit, kebetan dibuka.

Bahkan pas lagi jam kuliah, saya suka mengerjakan latihan soal. Dosen jelasin apa, saya mengerjakan apa, heu. Sampai pernah ditegur dosen, “Itu yang di belakang lagi sibuk ngapain?” :D

Jadi ya wajar kalau lulus. Kata orang bijak: Seseorang bisa sukses karena tahu tujuannya mau kemana dan dia ‘berjalan’ ke arah sana. Sesimpel itu.

Dan itu bisa menjadi contoh kasus serupa untuk banyak hal lho. Ah memori yang jadi pelajaran buat pengingat diri untuk lebih fokus kepada tujuan.

1 comment:

dondigdo said...

mantap, pak anton.
sepertinya saya ada di dalam cerita di atas

You might like