Friday, November 14, 2014

Kita Seperti Kepingan Puzzle

Pernah main puzzle khan? Kalau ga, masa kecil anda kurang bahagia kayanya. Hehehe, just kidding :D

Tahu khan puzzle terdiri dari kepingan-kepingan puzzle yang jika disatukan secara benar akan membentuk sebuah gambar. Setiap kepingannya ada bagian yang menonjol ke luar, ada cekungan ke dalam.  Setiap kepingan puzzle, walaupun kecil, tapi memiliki peranan penting. Satu saja kepingan puzzle hilang, maka tidak sempurnalah gambar puzzle-nya.

Itulah ibarat kita sebagai manusia. Seperti halnya kepingan puzzle, manusia memiliki kelebihan yang digambarkan sebagai tonjolan, ada juga kekurangan yang digambarkan sebagai cekungan ke dalam.

Kelebihan kita berguna agar bisa mengisi kekurangan orang lain. Begitu juga sisi kekurangan kita berguna agar bisa diisi oleh kelebihan orang lain.

Sebagai contoh saya yang bekerja sebagai training organizer pernah mengalami kondisi perasaaan bahwa peran saya sebagai training organizer tidaklah terlalu penting dibandingkan trainer-nya. “Kalau bikin training tapi ga ada trainernya, mau nge-training apa?”, begitu pikir saya. Lalu seorang trainer mengingatkan kepada saya, jika tidak ada saya menyiapkan acara; dari menyusun acara, membuat publikasi, mencari peserta, menyiapkan tempat dan trainer, hingga support pas acara berlangsung, maka tidak mungkin acara akan berlangsung secara baik. Trainer tidak bisa melakukan itu semua sendiri.

So, jangan berkecil hati dengan eksistensi kita. Mau office boy, staf admin, atau manager, masing-masing punya peranannya sendiri-sendiri dan saling melengkapi. Yang penting kita berusaha memberi yang terbaik yang kita bisa dan memperbesar kontribusi kepada sekeliling.

gambar: www.injini.net

No comments:

You might like