Tuesday, March 18, 2014

Yuk Memelihara “Harimau” biar Jadi Pribadi yang Sukses

Beberapa waktu lalu saya menonton salah satu film yang berkesan buat saya, “Life of Pi”, di salah satu channel TV kabel. Sebelumnya film ini pernah saya tonton. Jadi ini untuk yang kesekian kalinya saya tonton.

Buat yang belum nonton, film ini bercerita tentang perjuangan seorang remaja bernama Pi, yang selamat dari tenggelamnya kapal laut yang dia tumpangi bersama keluarga dan penumpang-penumpang lainnya. Celakanya, walaupun dia berhasil menyelamatkan diri dengan kapal sekoci, tapi dia tidak sendiri. Di kapal sekoci itu dia tinggal bersama seekor harimau buas bernama Richard Parker.


Dari situlah petualangan seru mereka dimulai. Pi harus berjuang untuk bisa survive, hidup terombang-ambing di tengah samudera Pasifik bersama harimau buas yang kelaparan yang bisa memangsanya kapanpun dia ada kesempatan. Ternyata justru harimau inilah yang membuat Pi tetap hidup.

Lho kok bisa?

Iya karena harimau ini, dengan ancamannya, malah menjadi teman bagi Pi. Membuat Pi tetap waspada dan memiliki harapan hidup. Karenanya Pi jadi terus menerus mencari akal untuk bisa bertahan hidup & menaklukkan Richard Parker.

Hikmah dari film ini adalah kita kadang harus memiliki dan atau memelihara “harimau” agar kita bisa terus maju.  “Harimau” disini maksudnya bukan harimau asli (repot kasih makannya & yakin bakal dimarahin pak RT & warga kalau melihara di rumah :)). Kecuali nama anda Mike Tyson :D ). Harimau disini maksudnya adalah ancaman akan terwujudnya suatu hal yang kita takutkan jika kita tidak melakukan sesuatu.

Dengan adanya ancaman tersebut maka akan membuat kita terus bergerak dan berpikir. Ancaman dalam kehidupan nyata kita bisa berbentuk kompetitor bisnis, kekhawatiran bisnis tidak maju jika tidak terus berinovasi, takut anak kita tidak bisa sekolah di sekolah terbaik jika kita tidak sukses, dll..

Seperti kebanyakan kita, kalau kondisi terjepit biasanya ada saja akal buat keluar dari masalah. Jadi dengan merasa dalam kondisi terancam, biasanya, kita menjadi lebih fokus dan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan. 

Semoga bermanfaat :)


gambar: cinemafunk.com

2 comments:

dondigdo said...

terlepas dari inti ceritanya yg dijabarin di atas, menurut kang anton, versi mana yang sebenernya terjadi? yg ada binatangnya atau yg 1 lagi?

Egi said...

Good post Bro

You might like