Wednesday, March 5, 2014

Strategi Jitu Penjualan -> Tolong Jangan Jual Barang kepada Saya

Penjualan bisa dibilang adalah motor dari sebuah bisnis. Tanpa penjualan, tidak akan ada uang masuk untuk membiayai operasional perusahaan tentunya. Makanya tidak heran, banyak orang yang menduduki jabatan puncak perusahaan, karirnya berangkat dari bagian penjualan dan pemasaran.

Kebetulan tadi saya ga sengaja nemu artikel menarik yang dulu pernah dikasih seorang sahabat, yang jago penjualan, kepada saya. Tapi maaf saya tidak tahu dia mengutip dari tulisan siapa. Saya coba share ke teman-teman tulisan yang bagus dan bermanfaat ini, tanpa mengurangi rasa hormat kepada penulis aslinya. Semoga menginspirasi dan jualannya makin jos gandos :D

Berikut artikelnya...

Tolong jangan jual barang kepada saya


Pernahkan anda diam sejenak dan bertanya kepada diri sendiri, "apakah sebenarnya yang dibeli oleh pelanggan, ketika mereka melakukan bisnis dengan kita?" Pertanyaan ini mungkin kedengarannya tolol, tapi izinkan saya untuk mengatakan bahwa inilah sebenarnya pertanyaan yang jawabannya harus diketahui oleh semua insan perusahaan, dari presiden komisaris hingga karyawan di lini produksi. Dan jawabannya belum tentu segamblang yang anda sangka. Anda tahu? Pelanggan tidak membeli apa yang dijual oleh perusahaan. Sebenarnya mereka membeli apa yang bisa diperbuat oleh barang dan jasa itu terhadap diri mereka. Sebagai gambaran, marilah kita lihat beberapa harapan pelanggan di bawah ini:

Jangan jual kepada saya baju. Juallah kepada saya penampilan, gaya, dan daya tarik.

Jangan jual kepada saya asuransi. Juallah kepada saya ketenangan pikiran dan masa depan keluarga, serta masa depan diri saya.

Jangan jual kepada saya rumah. Juallah kepada saya kenyamanan, kepuasan, investasi yang baik, dan rasa bangga karena memiliki sesuatu.

Jangan jual kepada saya buku. Juallah kepada saya waktu yang menyenangkan dan manfaat karena memiliki pengetahuan.

Jangan jual kepada saya mainan. Juallah kepada saya saat-saat yang menyenangkan bersama anak-anak.

Jangan jual kepada saya komputer. Juallah kepada saya kenikmatan dan keuntungan dari sebuah keajaiban teknologi modern. 

Jangan jual kepada saya ban. Juallah kepada saya rasa bebas dari kecemasan dan biaya per kilometer yang lebih rendah dalam berkendara.

Jangan jual kepada saya tiket pesawat terbang. Juallah kepada saya harapan, perasaan, rasa bangga, dan kebahagiaan.

Tolong, jangan jual kepada saya barang.

Dewasa ini ada jutaan produk dan jasa yang ditawarkan di pasar. Tapi perlu anda ketahui bahwa pelanggan hanya mau menukar uang yang telah dicarinya dengan susah payah itu hanya untuk 2 hal:
  1. Rasa senang dan puas 
  2. Pemecahan atas masalah
Dengan kata lain, berhasil atau gagalnya suatu bisnis tergantung kepada seberapa banyak orang yang bisa diganjar dengan kedua hal tersebut di atas, dan seberapa baiknya bisnis itu melakukan ganjaran tersebut. Seperti yang dikatakan Francis (Buck) Rogers, mantan wakil direktur untuk bidang pemasaran dari IBM, "Rahasianya adalah bagaimana memahami masalah yang dihadapi pelanggan dan menawarkan pemecahan, sekaligus membantu pelanggan itu agar lebih beruntung dan merasa senang dengan transaksi tersebut."


gambar: wikimedia.org

No comments:

You might like