Wednesday, March 12, 2014

Sukses Membuka Cabang Bisnis: Belajar Dari Sebuah Bisnis yang Gagal Berkembang (bagian 1)

Kita bisa mengambil hikmah atau pelajaran tidak hanya dari cerita sukses, tapi bisa juga dari suatu kegagalan. Agar kita tidak ikut mengalaminya.

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan cerita menarik dari teman saya, mas Agus Gineer, tentang sebuah sekolah / lembaga pelatihan broadcasting yang pernah ada di kota Cirebon.

Lembaga ini merupakan cabang dari sebuah sekolah broadcasting di Bandung. Ternyata sekolah / lembaga pelatihan ini hanya bertahan 1 tahun, padahal investasi untuk membukanya cukup besar. Mengingat lembaga ini merupakan franchise, alias bukan cabang ‘asli’, maka tentunya ada biaya yang cukup besar yang dikeluarkan untuk mendapatkan hak franchise atau menjadi franchisee. Selain itu investasi lainnya dalam bentuk sewa ruko di sebuah kawasan bisnis elit di kota Cirebon, ditambah perlengkapan kantor & biaya SDM, biaya promosi yang gencar di berbagai media, dll..

Dan ternyata harapan tidak sesuai kenyataan, karena hasilnya mengecewakan. Dalam 1 tahun mereka beroperasi, peserta pelatihan mereka diperkirakan hanya mencapai belasan orang saja. Tentunya ini tidak akan menutup biaya operasional lembaga tersebut, apalagi mendapatkan keuntungan. Dan akhirnya mereka tutup.

Cirebon dan sekitarnya memang merupakan sebuah wilayah yang sedang berkembang pesat. Di kota Cirebon saat ini banyak muncul pusat-pusat bisnis dan perbelanjaan baru yang buka. Saya lihat banyak hotel-hotel besar yang baru buka di kota ini. Pertumbuhan kelas menengah di kota ini memang sedang tumbuh. Akan tetapi hal seperti ini tidak cukup untuk menjadi alat ukur bakal sukses atau tidaknya membuka bisnis baru di kota ini (dan kota lain yang sejenis).

Berikut poin-poin yang bisa diambil sebagai pelajaran dari kegagalan sekolah broadcasting tadi agar kita bisa sukses dalam membuka (cabang) bisnis di suatu daerah baru, yang diantaranya adalah:
1. Lakukan riset
2. Edukasi pasar
3. Mulailah dari yang kecil
4. Konsistensi dan jaga nama baik

Apa maksud poin-poin tadi? Penasaran dengan detilnya? Kita sambung di tulisan berikutnya disini 

gambar: incorporateinitaly.wordpress.com


No comments:

You might like