Wednesday, March 12, 2014

Sukses Membuka Cabang Bisnis: Belajar dari Kegagalan Lotte Mart Cirebon

Menyambung tulisan saya sebelumnya, saya juga punya cerita yang kurang lebih mirip. Kalau sebelumnya adalah lembaga pelatihan broadcasting, maka yang ini adalah hypermarket / pusat perbelanjaan grosir. 

Saya walaupun asli orang Cirebon, tapi karena belasan tahun terakhir lebih banyak menghabiskan waktu tinggal di luar Cirebon, maka saya kadang merasa masih asing juga disini. Tapi ini memang bagian dari proses adaptasi ulang saya setelah lama terdiaspora :D (halah, bahasanya. Ngomong aja merantau :p)

Salah satu hal menarik perhatian saya saat ini dari kota Cirebon adalah sebuah hypermarket yang megah dan terkenal dari Korea Selatan, bernama Lotte Mart (selanjutnya saya singkat jadi LM ya, biar gampang). Terletak di tempat  yang cukup strategis (di samping jalan besar, di perempatan lampu merah dengan akses masuk bisa dari dua jalan yang bebeda), juga menyediakan barang yang murah dan variatif. Seharusnya menjadikannya tempat belanja yang ideal dan ramai.

Akan tetapi, anehnya LM cabang Cirebon ini sepi lho. Hasil diskusi dengan seorang pebisnis Cirebon, mas Agus Gineer, yang merupakan pemilik @AboutCirebonID dan pengamatan langsung di tempatnya, kenapa Lotte Mart tidak laku bisa jadi karena beberapa alasan berikut:

1. Tidak menyediakan kantong plastik
Hah serius? Cuma gara-gara masalah sepele begini bikin LM jadi sepi. Memang ini cuma salah satu faktor, tapi itu kenyataannya. Kata mas Agus, “Seharusnya LM harus mau beradaptasi dengan budaya dan karakter lokal. Carrefour Cirebon juga mau beradaptasi menyediakan plastik kresek, karena pembeli tidak mau ribet”. Saya terus terang setuju dengan Lotte Mart sebagai edukasi agar kita mengurangi penggunaan plastik. Selain itu mungkin LM bertujuan untuk menyaring pembeli, agar pembeli yang masuk adalah pembeli grosir, yang belinya pakai dus. Tapi nampaknya untuk kasus ini, LM mending mengalah dan belajar beradaptasi.

2. Harus menggunakan kartu anggota Lotte Mart saat membeli
Umumnya kita tentunya ga mau ribet saat bertransaksi. Maunya pilih barang, lalu bayar pakai uang yang kita ambil dari dompet, selesai urusan. Tapi kalau selain itu harus mengeluarkan kartu member LM, agak ribet juga ya. Walaupun terus terang untuk mendapatkan kartu member LM tidak sulit, cukup menyerahkan KTP & nomor telepon saja, tapi tetap saja kebanyakan kita jadi kurang nyaman.

Jadi, walaupun mungkin kartu member LM bagus buat Customer Relationship Management (CRM), tapi sepertinya tidak usah dipaksakan.

3. Belinya tidak boleh satuan
Mungkin karena LM memang diarahkan buat grosir, maka banyak item yang tidak dia jual dalam bentuk eceran. Walaupun tidak semuanya begitu, tapi karena LM identik dengan itu, maka yang mau belanja dalam jumlah satuan jadi malas kesana. Padahal yang beli satuan bukan berarti nilai pembeliannya kecil lho.

4. Tidak ada event dan atau promo yang menarik
Perasaan saya selama hampir 3 bulan ini bekerja di Cirebon, saya perhatikan LM kok tidak ada event atau promo ya. Padahal pembuatan event tidak selalu berbiaya mahal, karena bisa kerjasama dengan pihak lain untuk cost sharing, dan dampaknya bisa kepada peningkatan kunjungan pelanggan dan peningkatan pembelian.


Seperti pepatah mengatakan, belajar juga tidak melulu dari kesuksesan seseorang / perusahaan, tapi bisa juga dari kegagalannya. Agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tentunya hal tersebut diadaptasikan ke bisnis yang kita jalani, untuk membuat kita lebih waspada dalam menyusun strategi bisnis.

Ini sekedar sharing “hasil penerawangan” seadanya. Maaf kalau kurang lengkap. Semoga bermanfaat ^^

gambar: cimonecity.co.id

1 comment:

susutumpelo said...

Berani banget langsung ngejudge gak laku/gagal dari penerawangan yang sangat prematur, dan dari seorang yang katanya hobi banget masalah bisnis. kalau Anda lihat lotte mart sekarang mungkin Anda akan malu loh dg apa yang Anda tulis :)
Dari dasar segmen nya saja sudah beda, wholesale dan retail itu beda. Lotte Mart di Cirebon itu wholesale.
Poin2 anda selain poin no 1 juga ga legit, gak boleh belanja pake kartu lotte mart ( salah ), Beli nya tidak boleh satuan ( salah banget ), gak ada promo ? ( salah ).

mungkin anda yg sering ikut seminar tau hal ini " bisnis itu gak akan di bentuk secara instan, perlu proses dan ketekunan, ada pasang dan ada surut."

Adios :)

You might like