Tuesday, March 11, 2014

Cara Efektif Berlatih Public Speaking

Berikut ini sebuah kejadian di sebuah profesi, yang bisa terjadi di profesi yang lain. Mari kita bermain analogi :D

Anggaplah anda seorang pemain bola professional yang berposisi sebagai seorang striker, maka tentunya latihan, bertanding, dan mencetak gol adalah menu wajib pekerjaan anda.

Lalu apa yang membedakan bertanding dalam "pertandingan yang bersifat latihan" dan bertanding dalam "pertandingan yang sesungguhnya"? Toh dua-duanya anda bertanding sepak bola dan berusaha memasukkan gol ke gawang lawan?


Kalau dalam latihan, anda akan mencoba berlatih memasukkan bola tanpa memperdulikan berapa kali anda gagal. Anda akan terus bergerak, mencoba banyak tembakan ke gawang, terus berinovasi dengan berbagai cara menembak, walaupun seringkali anda gagal mencetak gol. Setiap kali sehabis mencoba, anda akan mengevaluasi diri, lalu mencoba menjadi lebih baik lagi di percobaan berikutnya. Dan anda melakukannya tanpa beban atau tanpa merasa tertekan.

Lalu bagaimana jika anda sedang bertanding sungguhan? Anda akan merasakan tekanan yang luar biasa. Anda mengkondisikan diri untuk selalu berhasil di setiap kesempatan mencetak gol. Tidak boleh menyia-nyiakan peluang. Waktu yang terbatas akan meningkatkan tingkat ketegangan. Anda tidak berani berinovasi, karena anda tidak mau melakukan sesuatu berdasarkan coba-coba. Anda khawatir jika anda gagal, akan menjadi poin bagi pelatih untuk mengeluarkan anda dari tim. Jadinya selama pertandingan, anda tampil tegang dan tidak bisa menikmati permainan. Dan parahnya lagi kemampuan terbaik anda tidak muncul dan anda malah gagal mencetak gol.

2 kegiatan yang kurang lebih sama (sama-sama bermain bola dan mencetak gol), tapi menghasilkan kondisi mental yang berbeda. Kok bisa ya?

Hal semacam ini juga sebenarnya bisa terjadi di bidang-bidang lain, salah satunya dalam hal public speaking.

Jika di pekerjaan anda, tiba-tiba anda disuruh mempresentasikan materi yang belum terlalu anda kuasai di hadapan orang-orang penting. Orang-orang yang akan menentukan masa depan karir anda berdasarkan materi yang akan anda bawakan tersebut. Bagaimana perasaan anda saat presentasi, tegang khan? Kalau anda tegang, apa bisa anda menyampaikan materi secara luwes dan menarik? Bisa jadi anda lupa materi apa yang ingin anda sampaikan.

Solusinya adalah jadikan setiap moment di setiap hari yang kita lalui sebagai ajang latihan berkomunikasi dan public speaking, baik itu saat ngobrol dengan istri / suami, orang di pasar, orang-orang di kantor (rekan kerja, atasan, dan bawahan), dan atau saat anda mengajukan pertanyaan / usulan saat meeting, dll..

Anggap itu semua sebagai latihan, bahkan di moment yang sangat serius sekalipun. Sehingga anda bisa tampil lepas mengekspresikan diri dan pendapat, dan anda bisa menampilkan kemampuan terbaik anda dalam berkomunikasi.

Dan karena setiap moment sebagai latihan, layaknya seorang pemain sepak bola professional, anda juga akan berusaha untuk “tampil” lebih baik lagi dari “latihan” ke “latihan”. Anda akan terus mengevaluasi diri dan mencoba tampil lebih baik lagi.

Jadi, selamat “berlatih” dan tampil lebih percaya diri dalam berkomunikasi dari hari ke hari :)

PS: tulisan ini disarikan dari materi yang disampaikan oleh master trainer Ganesha Public Speaking School, Taruna Perdana (@TarunaPerdana), di pelatihan Basic of Public Speaking, batch 2 di Cirebon (@GPSScirebon)

Gambar: kikosoccer.com

No comments:

You might like