Monday, October 21, 2013

Saham Un(der)cover: Tipe Pemain Saham yang Bagaimana yang Biasanya Untung? (bagian 1)

Di tulisan ini saya mencoba sharing tentang salah satu realita di pasar modal yang saya dan teman-teman saya temui, yang mungkin bermanfaat dan bisa jadi inspirasi dalam berinvestasi di pasar modal.


Di dunia saham, biasanya kami yang terjun di dunia ini mengenal dua tipe ekstrim ‘pemain’ / investor saham. Yang satu tipe Trader, dan yang lainya adalah tipe Investor. Sebenarnya ada tipe lain, yaitu gabungan trader dan investor dan ada juga tipe ‘nyangkuter’. Saya coba jelaskan satu-satu deh.

Oh iya, terus apa hubungan antara tipe ‘pemain’ saham dan tingkat keuntungan berinvestasi saham? Saya coba juga sharing hal ini berdasarkan pengalaman di dunia saham.

Tulisan ini terinspirasi dari obrolan saya dengan seorang broker / pialang saham senior dan memiliki omset lumayan besar di sebuah perusahaan sekuritas, yang bilang, “orang yang tipe investor, biasanya, lebih untung di saham dibandingkan tipe trader.” 

Dia ga asal ngomong lho, karena dia sudah cukup lama di dunia saham dan dia memiliki banyak nasabah dengan berbagai karakter dan tipe cara bertransaksi saham.

Emang apa itu tipe Investor dan tipe Trader? Bukannya kalau terjun berinvestasi di saham otomatis jadi Investor? Saya bilang belum tentu, karena bisa jadi begitu orang itu melakukan jual dan beli saham, yang dia lakukan seharusnya berinvestasi, akan tetapi malah berspekulasi atau berjudi.

Saham itu ibarat kata buah anggur. Anda bisa menjadikannya sirup yang halal diminum atau wine / OT beralkohol yang haram diminum.

CMIIW, kalau saya mendefinisikan tipe Investor disini adalah orang yang melakukan jual dan beli saham dengan melakukan analisis terlebih dahulu fundamental perusahaan yang sahamnya mau dibeli, seperti: 
  • Bagaimana prospek ekonomi dan industrinya, 
  • Bagaimana kondisi keuangan perusahaannya (dulu, kini, dan perkiraan ke depannya), 
  • Perusahaan menghasilkan uang dari apa dan bagaimana, 
  • Tim manajemen perusahaannya seberapa jago,
  • Apakah ada katalis (hal yang bersifat mampu mengubah kondisi perusahaan secara drastis), 
  • Apakah harga sahamnya saat ini murah / mahal dan berapa harga wajar dan menarik untuk saham ini,
  • dll.. 

Anda membeli saham bukan sekedar beli kertas berharga lho, tapi anda sebenarnya membeli perusahaan dan bisnisnya. Makanya analisis di atas dilakukan. Jadi anda membeli saham sekarang untuk mengharapkan imbal hasil di masa yang akan datang (bukan waktu dekat).

Orang yang bertipe investor biasanya sangat jarang bertransaksi. Jadi bisa dibilang prinsipnya “beli dan lupakan” :D. Jadi tipe Investor harus sangat yakin dengan kondisi saham perusahaan yang dibeli, apapun kondisi pasarnya nanti. 

Orang yang sukses dengan cara fundamental contohnya Lo Kheng Hong (orang Idonesia) dan Warren Buffett (salah satu orang terkaya di dunia). Seperti kata Warren Buffett, “Saya tidak pernah berusaha menghasilkan uang dari pasar saham. Saya membeli dengan asumsi bahwa mereka (otoritas bursa efek) bisa menutup  pasar (saham) keesokan harinya dan tidak membukanya kembali selama lima tahun (ke depan)". 

Tipe lainnya adalah Trader yaitu orang yang “aktif” melakukan transaksi jual dan beli saham dengan mengandalkan pada pengamatan terhadap pergerakan harga saham yang terjadi dan menganalisis menggunakan teknikal (membaca pola-pola pergerakan harga saham melalui grafik dan berbagai indikator) tanpa terlalu (atau malah tidak) memperhatikan faktor fundamental sahamnya. Kesannya jadi Trader itu keren lho, karena sibuk hampir tiap hari depan layar dan aktif transaksi, bak bik buk, jual dan beli. 

Bersambung ...

No comments:

You might like