Monday, October 21, 2013

Perencanaan Keuangan Anda Tidak Lengkap Tanpa Asuransi


Kebanyakan kita pasti paling males kalau ada yang nawarin asuransi ke kita, iya khan? Boro-boro sempat ditawari, kadang kalau kita tahu seseorang itu agen asuransi, kita langsung menjaga jarak. Itu pengalaman kebanyakan kita lho. Termasuk saya dulu.

Kalau analisis saya kenapa hal ini bisa terjadi adalah karena:


  1. Kebanyakan orang Indonesia masih awam dengan fungsi asuransi sebagai sarana proteksi.
  2. Menganggap asuransi tidak berguna, hanya membuang-buang duit.
  3. Cara menawarkan agen asuransi atau orang yang mengaku sebagai financial planner / consultant yang kebanyakan membuat para target nasabah merasa “diteror”. Atau agen asuransi lebih menekankan unsur jualannya (hard selling), dibandingkan sebagai konsultan atau teman diskusi perencanaan keuangan yang memberikan edukasi tentang manfaat produk yang dia punya.
  4. Trauma karena pernah ikut asuransi, tapi merasa ditipu oleh perusahaan asuransi atau agennya. Misal klaim tidak dibayar.
  5. Trauma karena pernah ikut asuransi, tapi dananya amblas karena perusahaannya tutup. Contoh kasus Bakrie Life dan Bumi Asih Jaya.
  6. Takut karena sering dengar cerita pengalaman tentang poin 4 dan atau 5.


Terus terang, saya biarpun sudah belajar dunia keuangan, khususnya pasar modal, sejak belasan tahun lalu sampai sekarang, tapi dulu saya tidak tertarik dengan asuransi, karena beberapa poin di atas. 

Tapi stigma itu mulai berubah, saat saya sering berhubungan dengan rumah sakit karena istri beberapa kali sempat harus dirawat di rumah sakit. Terakhir kali istri saya harus dioperasi, karena mengalami infeksi usus buntu. Saya merasakan sekali bahwa benar ungkapan, “Orang Indonesia tidak boleh sakit.” Maksudnya adalah biaya sakit di Indonesia itu mahal, karena kita harus menanggungnya sendiri, tanpa bantuan pemerintah, ditambah lagi kebanyakan orang Indonesia khan belum makmur.

Kalaupun ada bantuan dari pemerintah, maka kita akan mendapatkan layanan kesehatan yang standar rendah atau buruk. Kalau ada anggota keluarga yang sakit, apalagi parah, bisa-bisa kita kehilangan banyak harta benda kita, karena habis untuk membiayai biaya perawatan dan penyembuhan.

Saat terakhir istri saya sakit dan harus operasi usus buntu tersebut, padahal kondisi keuangan saat itu sedang kurang baik, Alhamdulillah-nya saya baru saja masuk bekerja di sebuah perusahaan yang mengikutsertakan karyawannya ke dalam sebuah program asuransi (meng-cover biaya perawatan kesehatan untuk karyawan, beserta istri dan anak). Sehingga biaya operasi dan penyembuhan istri bisa dibiayai oleh asuransi.

Selain itu saya juga memiliki teman yang kakaknya mengalami sakit parah (kanker leukimia), dan harus diobati dengan biaya ratusan juta. Sejak itu saya menyadari pentingnya asuransi. 

Saya yang selama ini belajar berbagai macam jenis investasi (saham, obligasi, reksadana, dan properti), dan perencanaan keuangan, saat itu baru tersadar dan langsung bisa bilang bahwa:
“Perencanaan Keuangan Anda Tidak Lengkap Tanpa Asuransi

Ko bisa begitu? Ada beberapa faktor yang menyebabkan saya bisa bilang begitu.


Agar di masa datang anda bisa hidup nyaman secara finansial, tanpa mengkhawatirkan pemenuhan kebutuhan yang akan timbul nantinya, maka tentunya anda harus melakukan perencanaan dari jauh-jauh hari. Alias anda melakukan Perencanaan Keuangan (Financial Planning) untuk masa depan anda dari sekarang.

Oleh karenanya anda akan memperhitungkan tingkat inflasi dan tingkat kebutuhan hidup di masa yang akan datang. Sehingga anda akan bisa menentukan harus menabung dan berinvestasi dengan jumlah berapa, agar anda bisa menikmati hidup di masa yang akan datang sesuai rencana. Selain terus bekerja menghasilkan uang, dari pendapatan bekerja anda tersebut anda akan menyisihkan uang untuk menabung dan investasi yang bisa memberikan imbal hasil yang bagus. Yang diharapkan imbal hasil investasinya bisa mengalahkan tingkat inflasi. Kalau Indonesia, inflasinya sekitar 10% per tahun. Jadi imbal hasil investasinya harus di atas 10% per tahun. 

Untuk investasi anda tentunya harus memperhatikan juga tingkat risikonya, selain keuntungannya tentunya. Perlu diingat, anda harus berhati-hati terhadap berbagai tawaran investasi, apalagi yang menjamin keuntungan besar. Karena banyak sekali penipuan berkedok investasi alias investasi bodong. Untuk hal ini anda bisa googling tentang: penipuan skema Ponzi.

Dengan menabung dan berinvestasi, maka perencanaan keuangan anda bisa terbilang baik, akan tetapi belum optimal. Masih ada yang perlu diperbaiki yaitu dalam hal kemampuan perencanaan keuangan anda dalam menangani masalah risiko jika anda sebagai pencari nafkah tidak bisa menghasilkan pendapatan secara normal lagi (pencari nafkah sakit, cacat, atau meninggal) atau ada kebutuhan yang mendesak dan tidak terduga (ada anggota keluarga yang sakit).

Ya, seperti halnya investasi yang pasti mempunyai risiko, selain imbal hasil, maka diri kitapun yang bekerja menghasilkan uang dan juga anggota keluarga kita itu memiliki risiko. Siapa yang tahu kita bakal mengalami sakit atau tidak esok? Siapa yang bisa memastikan apa besok kita masih hidup atau tidak? Saya bukan nakut-nakutin lho, tapi kita bicara realitas probabilitas (*bahasa saya mulai kaya Vicky ni :D ).

Jadi jika sampai kita atau anggota keluarga kita ada yang sakit, apa kita mau harta kita dan investasi kita, tiba-tiba ludes karena harus membiayai rumah sakit. Kalau sebagai kepala keluarga yang menafkahi keluarga tiba-tiba tidak ada atau tidak bisa bekerja normal lagi, apa kita mau orang yang kita cintai menjadi menderita dan masa depannya menjadi suram? Tentu tidak khan.

Kita tentunya tidak mau hal-hal tersebut terjadi kepada orang-orang yang kita cintai. Walaupun kita sudah berhati-hati dalam hidup dan hidup dengan gaya hidup sehat, tentunya risiko seperti pasti ada dan bisa saja terjadi kepada kita. Oleh karenanya agar perencanaan keuangan keluarga kita bisa optimal, maka perlu untuk mengikuti asuransi sebagai alat proteksi dari risiko-risiko tersebut.

Anda jangan anggap ikut asuransi itu beban lho. Seperti kata sahabat saya, “Yang dibeli dari asuransi adalah ketenangan, karena kita tidak akan khawatir dengan risiko yang bisa terjadi”. Anggap saja itu menabung sambil memproteksi diri dan keluarga dari risiko yang bisa muncul. Dan favorit saya dalam hal berasuransi adalah asuransi syariah, karena prinsipnya yang berasaskan tolong menolong dan adil. Dan insya Allah berkah, karena mengikuti aturan syariah. Semoga di lain waktu saya bisa sharing tentang apa itu asuransi syariah.

Jadi jika anda tertarik dengan hal perencanaan keuangan dan investasi, khususnya yang bersifat syariah, dan ingin mendiskusikannya dengan saya, maka saya akan sangat senang jika bisa membantu. Gratis kok :)

Anda bisa kontak saya melalui:
Email : anton [at] antonfathoni.com
Twitter : @AntonFathoni
Cell         : 0818 0922 6866

Kalau anda berada di daerah Bandung, Kuningan, atau Cirebon dan sekitarnya, mungkin kita bisa bersilaturahim ketemu langsung. Tidak usah sungkan, karena tujuan saya adalah membantu anda agar bisa menyusun perencanaan keuangan dan investasi yang lebih baik. 

Semoga artikel ini bermanfaat :)

picture: fpanet.org dan bankbazaar.com 

No comments:

You might like