Wednesday, September 25, 2013

Teknik Pemasaran: Jurus Menebar Pukat Harimau untuk Mendapatkan Investor Pasar Modal / Sekuritas (Part 2)

Artikel ini sambungan dari tulisan saya sebelumnya. Maaf kalau agak panjang :)

Okay, saya coba lanjutkan sharingnya ya. Jadi untuk melaksanakannya diperlukan beberapa poin yang harus diperhatikan. Diantaranya:



1. Tempat
Saya yakin kebanyakan sekuritas mempunyai sarana kantor yang memadai untuk mengadakan rapat atau membuka kelas training, setidaknya untuk 5 – 10 orang. Bisa diadakan di meeting room atau galeri sekuritas. Jadi sekuritas bisa melakukan penawaran free training pelatihan pasar modal untuk umum secara rutin, katakanlah seminggu sekali dan dilakukan di meeting room atau galeri sekuritas. Mungkin target peserta ga banyak, katakanlah sekitar 10 orang per minggu.

2. Publikasi 
Publikasinya tidak usah yang mahal-mahal. Bisa dengan cara mengeprint poster yang bisa dipasang di tempat strategis, misal dipasang di kampus-kampus, instansi-instansi yang karyawannya potensial menjadi nasabah, atau di tempat lain. Tidak usah banyak, asal efektif. Biaya cetak untuk poster full color, art paper ukuran A3 (2x ukuran A4) di Bandung rata-rata Rp 5000 / lembar.

Selain itu bisa melalui e-flyer yang disebar melalui email, pesan singkat melalui broadcast di Twitter, Facebook, BBM, Whatsapp, dll..

Sebagai gimmick untuk menarik peserta ikut, sekuritas bisa menjanjikan sertifikat bagi peserta acara ini. Toh modal membuat sertifikat tidak mahal. Sekitar Rp 2500 / lembar.

3. Materi & Pemateri
Materi bisa disusun oleh bagian analis pusat atau karyawan yang biasa memberikan training pasar modal atau adaptasi dari pelatihan pasar modal yang sudah ada. Pemateri bisa secara bergantian dibawakan oleh broker / equity sales. Berhubung ini bersifat semi sosial dan low budget, maka perlu diingatkan kepada para pemateri / trainer bahwa mereka tidak mendapatkan reward secara langsung. Tapi jika dari peserta ada yang prospektif menjadi nasabah, maka trainer tersebut berhak mem-follow up.

4. Pelaksanaan
Mungkin dari peserta yang mendaftar akan berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang pengusaha, mahasiswa, pegawai, orang umum, dll.. Tidak apa-apa, jangan terlalu dipisah-pisahkan atau didiskriminasi, kecuali berdasarkan level penguasaan materi atau daya tangkap. Sesuai prinsip jurus pukat tadi, ‘tangkap’ saja semua yang berminat belajar pasar modal. Siapa tahu, walaupun peserta tersebut tidak menjadi nasabah, tapi dia bisa merekomendasikan. Dari para peserta yang pernah ikut free training ini, maka bisa dipilah siapa saja yang layak di-follow up.

Selain cara di atas, perusahaan sekuritas bisa juga secara aktif bergerilya ke kampus-kampus atau perusahaan-perusahaan (yang karyawannya potensial menjadi nasabah) menawarkan free training. Disana sekuritas bisa ikut open table juga untuk memberikan informasi lebih detil bagi yang berminat lebih lanjut.

Dengan diadakannya training ini, akan berdampak bagus bagi branding perusahaan, karena akan dianggap sebagai perusahaan yang peduli terhadap edukasi pasar modal kepada umum, apalagi kepada nasabahnya sendiri.

Selain itu acara ini akan berdampak bagus bagi para broker yang menjadi trainer, karena akan membiasakan mereka berbicara di depan dan menjelaskan tentang pasar modal, sehingga tampak sebagai seorang yang ahli dan profesional di bidang ini.

Terus terang teknik memberikan free training ini sebenarnya bukan suatu hal yang baru bagi saya, karena ini diterapkan di sebuah perusahaan berjangka besar di Indonesia dan kebetulan saya pernah menjadi konsultan untuk perusahaan tersebut. Dan terbukti, perusahaan ini menjadi terbaik di Indonesia, salah satunya berkat program edukasi ke masyarakat. Berhubung bidangnya mirip, mengapa tidak bisa diterapkan di perusahaan sekuritas? Dan ini juga bisa diterapkan di bidang lain yang sekiranya butuh pemahaman mendalam dari target customer terhadap produk yang ditawarkan yang tidak bisa dijelaskan dalam materi publikasi / iklan yang pendek, seperti misalnya asuransi, kredit perumahan, jasa konsultan, dll..

Hayu, jebret, laksanakan! Tangkap peluangnya :D

Picture: kontan.co.id

No comments:

You might like