Wednesday, September 25, 2013

Teknik Pemasaran: Jurus Menebar Pukat Harimau untuk Mendapatkan Investor Pasar Modal / Sekuritas (Part 1)

Keren ya, judulnya, kaya yang mau baca cerita gabungan kung fu Kho Ping Ho dan ilmu perikanan ^.^

Ga, saya bukan mau sharing tentang cerita silat aliran hitam putih atau perikanan, tapi murni ilmu pemasaran gaya jalanan yang bisa diaplikasikan untuk pemasaran produk pasar modal / sekuritas (dan juga produk lain). Kebetulan cara kerjanya mirip pukat, makanya dinamakan jurus menebar pukat.

Saya dapat jurus ini dari sharing seorang direktur salah satu perusahaan sekuritas saat dia menganalisis sepak terjang pesaingnya dalam melakukan rekrutmen pialang saham / broker, atau lebih tepatnya membajak broker dari sekuritas lain. Dia menamakan jurus pesaingnya itu sebagai jurus (menebar) pukat.

Walaupun dia mencontohkan untuk kasus rekrutmen, sebenarnya jurus pesaingnya ini bisa dipakai di kasus pemasaran produk. Jadi saya coba sharing pengaplikasiannya untuk pemasaran ya, khususnya produk pasar modal.

Anda tahu cara kerja pukat? Tahu mengapa alat pukat termasuk kategori terlarang digunakan nelayan untuk menangkap ikan? Walaupun saya sendiri belum pernah melihat langsung, tapi sependek pengetahuan saya, prinsip kerja pukat saya cukup bisa membayangkan.

Jadi pukat itu, kalau ga salah, merupakan jala berukuran besar berbentuk kantong, yang mana jala ini ditarik oleh satu atau dua kapal. Sambil bergerak, jala ini menangkap apa saja yang dilewatinya tanpa selektif. Mau itu udang, ikan, kerang, bintang laut, kuda laut, ubur-ubur, dan lain-lain yang ada di laut dan dilewatinya, maka akan ditangkapnya. Setelah hasil tangkapan diangkat ke kapal, maka para pekerja akan melakukan seleksi. Jika yang ditangkap tidak bersifat ekonomi atau tidak bernilai jual atau lebih besar biaya membawanya dari pada membuangnya, maka hasil tangkapan itu akan dibuang. Tapi jika sebaliknya maka akan dikumpulkan untuk dijual atau diolah.

Dan teknik ini, seperti saya bilang sebelumnya, bisa dipakai untuk pemasaran, khususnya produk sekuritas. Caranya bagaimana? Penggunaannya tidak secara harfiah ya, tapi cuma kiasan :D. Masa calon nasabah ditangkap pakai pukat asli, heu.

Bagi yang bergelut di bidang pasar modal, pasti tahu persaingan di industri sekuritas saat ini semakin ketat. Perusahaan-perusahaan sekuritas saling bersaing mendapatkan nasabah. Bahkan sampai terjadi perang fee, yang tentunya tidak menguntungkan buat profitabilitas perusahaan.

Ternyata menurut saya, yang menjadi tantangan utama dalam mendapatkan nasabah adalah bagaimana caranya mendapatkan nasabah baru yang potensial (mampu) berinvestasi di pasar modal. Banyak dari orang-orang tersebut di Indonesia sebenarnya ingin mencari alternatif investasi untuk mengembangkan dananya. Akan tetapi karena keterbatasan pengetahuan dan stigma negatif investasi pasar modal, khususnya saham, yang membuat mereka tidak berani berinvestasi di bidang ini.

Hal ini terbukti dari masih rendahnya persentase jumlah investor pasar modal di Indonesia, bila dibandingkan dengan jumlah penduduknya. Tidak usah jauh-jauh dibandingkan dengan negara maju, persentase kita tersebut masih kalah dibandingkan dengan negara tetangga kita, Malaysia.

Selain itu produk pasar modal (saham, reksadana, obligasi, dll.) itu bisa dikategorikan sebagai produk yang shopisticated alias canggih. Jadi percuma menawarkannya melalui iklan gede-gedean, kalau target pasar kita tidak mengerti ini produk apa.

Sebenarnya masalah ini bisa teratasi, kalau edukasi tentang investasi pasar modal berjalan efektif. Walaupun pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui PIPM katanya sudah melakukan program edukasi ke masyarakat, tapi sayangnya, jujur saya lihat hasilnya belum maksimal. Terbukti dari selama kerja di perusahaan sekuritas saya dan teman-teman dari sekuritas lain pun ga pernah mendapatkan nasabah yang buka rekening di sekuritas karena tertarik berkat ikut event edukasi yang diadakan PIPM / BEI. Mungkin ada, cuma kayanya sedikit. Ya buktinya itu tadi.

Tapi jangan berkecil hati, karena disinilah peluangnya. Perusahaan sekuritas sebenarnya bisa mengadakan event edukasi, tanpa mengeluarkan modal yang besar. Bahkan lebih efektif dibandingkan dengan memasang iklan, membuat investor gathering di hotel, atau membuat undian berhadiah.

Jadi bagaimana caranya dan apa hubungannya dengan jurus pukat tadi?
Penasaran?


Picture: Huteri dot com

No comments:

You might like