Friday, January 11, 2013

Cara Mengatasi Grogi Saat Public Speaking


Beberapa waktu ini saya baru saja memulai ikut kelas pertama pelatihan public speaking. Ya, saya ikut karena merasa kemampuan berbicara saya di depan publik masih kurang. Masih suka ada perasaan grogi, karena takut apa yang bicarakan salah atau kurang menarik. Selain itu saya merasa bahwa ide yang ingin saya sampaikan, jika berbicara di depan publik, ko ya suka mampet ya. Malah jadi tidak sistematis kalau disampaikan.

Halah, sistematis :p. Gaya-gayaan banget bahasanya. Iya deh, acak-acakan :D

Ternyata hal ini bukan dialami oleh saya saja lho. Saat perkenalan, saya lihat teman-teman di kelas itu mengalami hal yang kurang lebih sama. Makanya kita ada di kelas itu.

Kalau disurvey, saya yakin rata-rata orang memiliki ketakutan kalau harus berbicara di depan publik. Kalau disuruh memilih antara ngomong di depan orang banyak sama berantem dengan preman terminal sekalipun, saya yakin cukup banyak orang yang memilih pilihan kedua, walaupun yakin bakal kalah sekalipun.

Ya memang bisa dibilang segitu parahnya ketakutan yang disebabkan oleh berbicara di depan umum, apalagi di hadapan orang-orang yang tidak kita kenal.

Grogi atau nervous, kalau kata trainer saya, disebabkan oleh rasa takut. Takut salah, takut yang kita bicarakan tidak menarik, takut apa yang dibicarakan memalukan dan menyebabkan trauma, dll..  Efek sampingnya ya itu tadi kita jadi grogi, ga percaya diri, nafas tidak teratur, deg-degan, hal yang mau disampaikan jadi lupa, dll..

Ternyata kuncinya adalah kita maju saja ngomong. Jangan terlalu banyak pikir. Karena semakin lama kita menunda untuk ngomong di depan, padahal tau harus ngomong di depan, maka akan semakin menumpuk perasaan-perasaan ga bener tadi. Takut apa yang kita tampilkan salah, sehingga jadi memalukan? Karena semua manusia biasa pernah bikin salah, jadi semua manusia di muka bumi sekarang ini malu-maluin donk, heu :D. Ga masuk akal khan bilang gitu

Tentunya hal tadi saja tidak cukup untuk bisa menghasilkan suatu speech yang bagus. Tapi itu adalah kunci awal untuk bisa berbicara di depan publik. Maju saja, hadapi ketakutan kita. Jangan takut salah dan jadi diri kita sendiri.

Tips dari istri saya, yang biasa jadi MC & trainer, “kalau kita bisa bertahan dengan baik dan lancar di 10 menit pertama berbicara, maka di menit-menit berikutnya akan berjalan dengan lancar dan ngalir sendiri.”

Intinya, apapun profesi kita saat ini, kemampuan berbicara di depan publik adalah sebuah keahlian yang saya yakin penting untuk dikuasai dan bisa membukakan jalan ke peluang-peluang yang lebih baik. Hadapi ketakutan kita dan speak up!

Semoga sharing-nya bermanfaat :)

picture: studentvillage.co.za

No comments:

You might like