Thursday, January 10, 2013

Kesempatan Datang Kepada Orang Yang Siap


Saya memiliki sahabat-sahabat yang luar biasa dan sukses membangun sebuah perusahaan konsultan bidang manajemen & pemasaran di Bandung, yang memiliki klien perusahaan nasional & multinasional. Sangat mengagumkan menurut saya, mengingat saat mereka memulai bisnisnya ini (kurang dari 10 tahun lalu), mereka belum lulus kuliah S1, dan bahkan belum pernah bekerja di perusahaan orang.

Karena lazimnya orang yang memulai bisnis konsultan bidang ini, saya pikir, harusnya orang yang sudah punya gelar akademik setidaknya S2 dan pernah bekerja di perusahaan besar dengan menempati posisi yang penting. Atau setidaknya pernah kerja di perusahaan konsultan sejenis.


Tapi ajaibnya mereka, walaupun “ga lazim” kaya begitu, sahabat-sahabat saya yang bergabung membentuk perusahaan ini, berhasil. Dan memang dimana-mana, yang namanya memulai usaha sendiri dari bawah ya pasti ga mudah. Mereka memulainya benar-benar dari bawah. Banyak trial & error yang harus dihadapi. Banyak yang harus dipelajari. Dan mereka fokus. Dan yang seperti ini yang akan kuat dan langgeng usahanya.

Suatu hari saya ngobrol dengan sahabat saya, yang merupakan salah satu pendiri perusahaan ini. Dia berbagi tips & cerita kepada saya. Dia bilang, “Saya percaya bahwa: kesempatan datang pada orang yang siap. Karena saya sudah mengalaminya sendiri.”

Dia menambahkan, “Waktu kita belum menguasai ilmu “industri fashion”, yang namanya dapetin klien perusahaan fashion, entah itu factory outlet atau perusahaan garmen, itu susah banget. Ga dapet-dapet. (cat. padahal yang namanya di Bandung, khan banyak banget perusahaan begini). Tapi waktu kita terus belajar tentang bisnis fashion, dan akhirnya memahaminya, eh ga tau gimana, ujug-ujug dapet juga klien bidang ini.”
Faktor keberuntungan?

Saya pikir bisa dijelaskan secara logika. Kalau kita menguasai suatu bidang, misalnya kaya kasus tadi, tentunya jika diajak bicara di bidang ini jadi lebih berbobot donk. Khan sudah belajar. Jadi tahu kalau mau ketemu calon klien di bidang ini ketemu dimana dan yang diomongin apa saja, yang calon klien butuhkan apa saja. Jadi terlihat lebih dipercaya khan? Akhirnya dapat deh klien baru.

Jadi inget dulu, istilah “menjemput jodoh”, heu :D. Sori agak ngelantur, tapi mirip-mirip kali ya kasusnya. Kalau kata Mario Teguh sih “memantaskan diri”. Jadi kalau kita mau dapat jodoh orang yang baik, cantik, dan lain-lain, ya kita harus bisa menjadi orang yang baik juga dan memantaskan / menyesuaikan diri, sikap, dan penampilan kita, agar bisa dapat orang yang kita harapkan.

Jadi kesimpulannya ya itu tadi: Kesempatan datang pada orang yang siap.

Jika sudah tau apa yang mau kita raih, ya pantaskan diri untuk siap dan bisa menerima kesempatan itu agar datang kepada kita.

Just sharing dan semoga bermanfaat :)

No comments:

You might like