Monday, December 10, 2012

"Cuma orang yg punya mesin waktu (buat balik ke masa lalu) aja yg boleh menyesal"


Pernah suatu saat, di saat saya sedang merasa jatuh karena beberapa kegagalan dalam karir dan bisnis, saya mengobrol dengan salah seorang sahabat saya yang sudah saya anggap seperti kakak sendiri. Lalu dia, kurang lebih, bilang begini, “ya iya lo sih, Ton, ga fokus, kaya yang ga tau mau ngapain.” Ya, memang ada benarnya. Tapi akhirnya saya jawab dengan nada agak menantang, “terus gue harus gimana, bang, apa gue harus mati atau mengulangi hidup dari awal lagi? Emangnya bisa me-restart hidup?” (sambil agak ngikuti gaya ngomong: "terus gue harus bilang wow sambil salto gitu", tapi dlm format kalimat lain, hehehe... ) Lalu dia pun tertawa. Dia bilang, “sebenarnya gue bilang begini, secara ga langsung lagi ngomong ke diri sendiri. Soalnya gue juga lagi menghadapi masalah.”

Ternyata abang ini, yang saya kira sudah cukup mapan, mengingat apa yang dia miliki secara duniawi, mungkin kondisinya tidak lebih beruntung dari saya waktu itu. Setiap orang memang punya PR-nya masing-masing yang harus dikerjakan.

Kadang jika saya lagi merasa down, saya mencoba untuk berpikir positif. Seblangsak-blangsaknya saya, saya menyadari banyak yang lebih kurang beruntung dibandingkan saya. Saya teringat kepada sahabat saya yang sebaya saya yang baru-baru ini meninggal. Menggambarkan saya di posisi dia dan sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, membuat saya terenyuh. Dan saya mendapatkan hikmah, ternyata saya masih beruntung masih diberi kesempatan.

Dan kalau saya ikut sholat berjamaah di masjid di komplek rumah orang tua saya di Cirebon, saya sering bertemu dengan seorang bapak penjaga masjid, yang bernama pak Edi. Yang membuat sosok bapak ini berbeda adalah sekujur tubuhnya dipenuhi kutil. Bahkan di wajahnya terdapat beberapa tonjolan yang besar. Saya membayangkan jika saya di posisi dia. Walaupun tampang saya standar bin ga tinggi-tinggi amat, ternyata kondisi saya masih jauh lebih baik.

Hikmah dari hal-hal yang saya temui di atas membuat saya menyadari bahwa separah apapun hidup membawamu merasa jatuh, yakin kondisi kita masih lebih baik. Masih banyak hal yang bisa disyukuri. Dan dengan bersyukur tentunya pikiran menjadi lebih tenang, sehingga mampu berpikir lebih jernih untuk memilah berbagai masalah dan mencari jalan keluar yang terbaik.

Seperti yang pernah saya twit "cuma orang yg punya mesin waktu (buat balik ke masa lalu) aja yg boleh menyesal"

Maksudnya ya, janganlah tenggelam ke dalam penyesalan. Kita hanya melihat ke belakang untuk evaluasi dan mencoba untuk berusaha lebih baik lagi.

Sori agak curcol dan berat. Semoga bermanfaat :)



No comments:

You might like