Thursday, November 22, 2012

“Semakin kaya orang, maka akan semakin sulit dia untuk membayar zakat dan sedekah”


Ga salah tuh kalimat yang di atas tadi kalau “Semakin kaya orang, maka akan semakin sulit dia untuk membayar zakat dan sedekah”. Lho kok bisa? Bukannya kalau duit banyak jadi gampang ngeluarin duit buat beramal, khan untuk memenuhi kebutuhan buat diri sendiri lebih dari mencukupi.

Judul tadi iya memang bisa dan masuk akal kok. Saya dapat kalimat tadi itu dari orang kaya lho, bukan dari orang biasa. Bapak milyuner yang ngobrol soal zakat dan sedekah ini bukan orang pelit, bahkan dia rajin beramal dan bersedekah. Tapi dia menjelaskan kenyataan mengapa hal tadi bisa terjadi secara logika.

Begini nih hitungannya ....
Kita tahu khan sederhananya kalau zakat penghasilan itu 2,5%. Kalau kita pendapatannya katakanlah Rp 2 juta / bulan, berarti kita bayar zakat Rp 50.000. Uang segitu mah kecil-lah. Apalagi dengan membayar zakat khan harapannya jadi dibalas rezeki yang lebih baik berlipat-lipat. Ya iyalah lagi susah, biasanya jadi mikirnya begitu.

Tapi bagaimana kalau pendapatan anda Rp 8,34 milyar / bulan atau sekitar Rp 100 milyar / tahun? Berarti zakat pendapatan yang dibayarkan sekitar Rp 208 juta/ bulan atau Rp 2,5 M / tahun. Orang kaya sekalipun kata dia, kalau harus mengeluarkan uang segitu ngerasa berat juga lho. Khan kalau ga bayar zakat pendapatan bulanan uangnya bisa buat bayar cicilan beli Ferrari (ambil yang tenor dua belas bulan lunas. Tapi kayanya ga bisa di Adira atau FIF, heu), atau beli kontan Toyota Kijang tiap bulannya. Hehehe, iya juga ya.

Tapi itu memang sifat dasar manusia sih. Kaga ada puasnya. Mungkin kita yang belum sampai level kaya, bisanya cuma ngatain. Ya karena belum ngerasain. Tinggal masalah karakter. Tentunya dengan kita berbagi, maka Allah akan lebih melipatgandakan nikmat yang kita terima. Dan sering saya lihat, orang yang sering berbagi itu tidak tambah miskin kok, tapi malah tambah kaya. Termasuk kenalan saya yang memberitahukan realita tadi.

Semoga bermanfaat :)

No comments:

You might like