Thursday, November 22, 2012

Cerita Lucu dari Seorang Pengusaha Sukses yang Sempat Jadi 'Orang Pintar'


Beberapa waktu ini saya memiliki pengalaman menarik, yaitu saya berkenalan dengan seorang pengusaha yang sukses dan rajin beramal shodaqoh. Dia asli putra daerah, tapi sukses di ibukota. Saya sendiri pernah menginap beberapa hari di salah satu apartemen punya dia dan main ke apartemen yang dia tinggali di dekat Mall Taman Anggrek, Jakarta. Asli memang tajir banget. Dan disela kesibukannya, dari beberapa pertemuan singkat, saya dapat banyak cerita menarik dan menginspirasi dari pengalaman dia.

Dia, seperti pada umumnya pengusaha, juga mengalami masa naik dan turun. Uniknya di saat dia jatuh, dia malah sempat dianggap sebagai 'orang pintar' atau penasihat spiritual. Mungkin, seperti pada umumnya, karena jatuh jadi mendorong orang untuk lebih rajin ibadah dan menjadi terlihat lebih wise kali ya. Dia cerita, ga tau kenapa banyak dari artis dan orang terkenal yang konsultasi ke dia waktu itu. Banyak hal lucu, yang malah secara kebetulan membuat dia 'terlihat sakti'.

Saya coba ambil salah satu cerita dia. Ada teman dia yang seorang pengacara terkenal mengeluhkan istrinya yang mengalami penyakit aneh. Katanya sudah berobat kemana-mana hingga keluar negeri, tetap saja tidak sembuh.



Setelah melakukan analisa singkat dari hasil obrolan, akhirnya Bapak pengusaha ini bilang ke istri pengacara ini begini, “Biar sembuh, ibu harus mengamalkan suatu bacaan selama 5 kali sehari. Dan bacaan ini hanya akan manjur kalau dibaca setelah sholat (fardhu / wajib).” Lalu si istri pengacara bilang, “Wah, tapi saya orangnya paling susah (baca: malas) untuk melakukan sholat”. Lalu si Bapak bilang, “Kalau itu terserah ibu, mau sembuh atau tidak. Karena bacaan ini percuma dibaca, alias tidak manjur, kecuali setelah sholat.”

Karena termotivasi untuk bisa sembuh, akhirnya si istri pengacara inipun mengamalkannya. Dan alhamdulillah-nya penyakit yang diderita ibu inipun sembuh. Padahal ini penyakit khan sudah dicoba diobati kemana-mana dan ga sembuh. Langsung saja Bapak ini dibilang sakti.

Memang bacaan apa yang membuat penyakit ini bisa sembuh?

Sebenarnya 'bacaan' yang dikasihkan ke ibu ini tidak lebih adalah wirid yang biasa dibaca orang-orang setelah sholat dan sesuai hadits. Bapak memberikan 'bacaan' ini, sebenarnya untuk mendorong istri temannya ini agar mau sholat, makanya mensyaratkan bacaan ini dibacakan setelah sholat. Dari hasil obrolan sebelumnya dia tahu bahwa istri temannya ini susah untuk beribadah sholat, padahal sholat khan tiangnya agama dan bisa jadi syafaat alias penolong bagi yang melakukannya. Dan mungkin penyakit yang diderita lebih ke psikis, dibanding jasmani. Mungkin karena psikis kena, makanya merembet sakitnya ke jasmani.

Saya yang dengar cerita ini ngakak juga, sekaligus jleb kena ke saya juga. Soalnya ngerasa sholat saya masih lebih ke rutinitas gerakan saja, belum memaknai secara benar. Selain itu suatu 'hal simpel' yang biasa dilakoni, ternyata tanpa sadar bisa menjadi hal yang 'sakti' juga.

Selain cerita tadi, sebenarnya banyak cerita seru lain lagi dan 'melibatkan' beberapa nama orang terkenal, dan sampai akhirnya dia pensiun menjadi 'orang pintar' (sampai-sampai harus ganti nomor HP), dan fokus ke bisnis dia lagi. Dia bilang, saat dia jatuh itu dia seakan berada di persimpangan, mau jadi 'orang pintar' atau pengusaha. Menjadi 'orang pintar' memang enak, karena dihormati banyak orang dan dapat uangnya gampang. Tapi pada akhirnya dia bilang bahwa dia adalah seorang engineer dan merasa menjadi pengusaha adalah jalan dia.

Dan yang membuat saya lebih kagum lagi adalah proses pencapaian kesukesannya dalam menjadi seorang pebisnis dan hobinya untuk terus beramal sedekah. Benar-benar menginspirasi.
(ilustrasi)

Salah satu ucapan dia yang masih saya ingat, sambil menunjuk mobil BMW terbaru yang dia pakai, “Itu sebenarnya bukan mobil saya. Karena apa yang saya punya sebenarnya bukan milik saya, melainkan milik Allah. Saya mah cuma numpang ikut makai.”

Live in the fullest and meaningful. Semoga bermanfaat.

You might like