Thursday, July 19, 2012

Toyota Way: Pelajaran dari Toyota


Foto: topnews.in

Pagi tadi saya buka-buka koleksi majalah kantor & menemukan majalah Harvard Business Review lama, keluaran tahun 2007, dan saya menemukan artikel menarik tentang istilah yang sudah lama saya dengar: Toyota Way. Dan kebetulan siangnya di salah satu account Twitter yang saya maintain (tentang bisnis dan investasi), salah satu follower saya ada yang tanya: 
"Mana lebih baik ? Main dengan Qualitas atau harga miring ?".

Soal ini jadi 'agak' pas sama salah satu ucapan menarik dari VP Toyota, Mr. Watanabe:
“Kami tidak pernah mencoba menjadi nomor satu dalam volume atau pendapatan; selama kami terus meningkatkan kualitas kami, ukuran akan secara otomatis mengikuti”

Balik ke soal Toyota Way tadi, yang saya yakin nilai-nilainya bisa diterapkan di perusahaan kita, walaupun industri manufaktur sekalipun. Berikut hasil translate dari majalah HBR tadi.

Jadi Toyota telah mengembangkan metode & kepercayaan bisnis yang istimewa, berasal dari 5 prinsip yang telah ditetapkan pada tahun 1935 oleh pendiri perusahaannya, Sakichi Toyoda. Bagaimanapun, Toyota Way secara formal belum didokumentasikan sampai 2001, ketika perusahaan memahami bahwa pertumbuhan jumlah tenaga kerja Toyota di luar Jepang butuh dilatih secara ketat dalam penggunaannya. Dalam bahasa perusahaan Toyota, berikut ini dua pilar Toyota Way, yaitu:

  1. Continuous improvement (perbaikan terus menerus), yang di dalamnya terdiri atas:

a)      Challenge
kami membentuk sebuah visi jangka panjang, menghadapi tantangan dengan keberanian dan kreativitas untuk mewujudkan mimpi-mimpi kami

b)      Kaizen
“Perbaikan terus menerus”
Kami memperbaiki operasi-operasi bisnis kami secara berkelanjutan, selalu mendorong inovasi dan evolusi.

c)      Genchi genbutsu
“Pergilah dan lihatlah dirimu sendiri”
Kami pergi ke sumbernya untuk menemukan fakta-fakta untuk membuat keputusan-keputusan yang tepat, membangun konsensus, dan mencapai tujuan-tujuan kami.

  1. 2.       Respect for people (menghormati orang)

a)      Respect (hormat)
Kami saling menghormati, berupaya untuk saling memahami, mengambil tanggung jawab, dan melakukan yang terbaik untuk membangun sikap saling mempercayai

b)      Teamwork (kerja tim)
Kami mendorong pertumbuhan pribadi dan profesional, membagikan peluang-peluang untuk pengembangan, dan memaksimalkan kinerja individu dan tim.

Kira-kira begitu uraian singkat tentang Toyota Way. Walaupun ini merupakan ‘jurus’ yang diterapkan di perusahaan manufaktur seperti Toyota, tapi penerapannya bisa diterapkan di perusahaan apapun. We should learn from the best.

Semoga bisa menginspirasi dan bermanfaat :)

No comments:

You might like