Thursday, July 19, 2012

Tentukan passion-mu, sebelum mulai berbisnis



Banyak dari follower account twitter (tentang bisnis dan investasi) yang saya kelola menanyakan tentang bagaimana mengembangkan atau memulai bisnis. Biasanya pasti saya tanya balik: bisnis apa yang sedang dikerjakan, atau jika belum punya bisnis saya tanya: passion-nya apa? Apa hubungan passion dengan bisnis? Saya bisa dibilang kena virus oom Rene Suhardono (@reneCC), heu :D. Dia salah satu 'pelaku' yang bikin saya berani resign dari kerjaan sebagai broker :).

Balik ke yang tadi, sebelumnya saya ingin menjelaskan, bahwa saya menangkap salah satu ketakutan dari orang-orang yang nanya tadi adalah modal. Iya bisa dibilang modal (uang) itu penting, tapi bukan segalanya. Karena yang lebih utama adalah mental. Kalau mental tidak kuat, jika bertemu masalah, bisa langsung ngeper dan menyerah. Dan salah satu hal yang akan menguatkan mental kita, saat bisnis menghadapi masalah, apa yang dilakukan tidak memberi hasil sesuai harapan, dll, adalah kita enjoy dalam melakukan pekerjaan ini. Tetap 'move on' dan fokus. Tetap berenergi. Iya sumber rasa 'enjoy' ini karena kita suka dengan apa yang kita lakukan, karena ini adalah passion kita.

Dari yang nanya ini, bermacam-macam passion yang mereka miliki: ada yang sudah bisnis kaos, ada yang mau bikin fashion, EO, dll..

Yang pasti jadi entrepreneur itu memang ga mudah. Kalau mudah, semua orang akan melakukannya. Siapa yang ga mau jadi bos & kaya? Kalaupun anda ketemu motivator yang mendorong anda menjadi entrepreneur, maka mereka kebanyakan adalah 'guru renang yang keras'. Anda akan 'dirayu / dipaksa' untuk nyemplung di 'kolam' entrepreneurship. Karena seperti halnya renang 'normal', walaupun anda tidak bisa berenang, kalau sudah nyemplung maka anda terpaksa langsung belajar berenang secara keras saat itu juga. Karena ini survival. Bisa dibilang soal hidup mati. Berusaha untuk menjaga kepala agar tetap di atas permukaan air dan berenang menepi.

Tapi, walaupun tidak mudah, ini merupakan suatu hal yang layak diperjuangkan. Kejayaan hanya berpihak kepada yang berani. Jikapun gagal, maka akan menjadi heroic failure atau kegagalan yang heroik, karena anda berani mencoba. You're a tiger who dares to fight, not a lamb who's hiding. 

Dengan melakukan yang kita suka, apapun hambatannya, tetap enjoy dan terus bergerak, right? :)


Sumber gambar: thinkmoney.com

No comments:

You might like