Monday, July 23, 2012

“How to die fire?”



Beberapa hari lalu ada yang lucu saat saya melihat iklan Axis yang menampilkan seri iklan Hap yang bercita-cita menjadi kiper. Di iklan yang saya lihat tersebut terlihat si Hap yang ingin menolong korban kebakaran, dan sebelum dia melakukannya dia Googling di hapenya dengan keyword: “How to die fire?”




Hahaha.... sontak saya ngakak juga. Nih orang benar-benar menerjemahkan langsung bahasa Indonesia ke bahasa Inggris secara kata per kata. Yakin itu dari bahasa Indonesia, “Bagaimana cara mematikan (memadamkan) api?”

Bisa dibilang benar sih. Coba diartikan kata per kata.
  • (Bagaimana) cara = How to
  • Mematikan= (to) die
  • Api = Fire

Setahu saya secara bahasa Inggris yang benar: “How to extinguish fire?”

Okelah, bahasa Inggrisnya masih model TBI (Tukul Banget Ih), yang penting berani mencoba, heu :D.

Kalau dipikir-pikir kebanyakan dari kita, yang umurnya antara 25 – 40 tahun, belajar bahasa Inggris dari SMP. Trus SMA dan kuliah juga. Lama banget lho.Total bisa lebih dari 10 tahun. Apalagi anak-anak jaman sekarang sudah belajar bahasa Inggris dari SD, atau bahkan TK. Tapi berapa banyak dari kita yang bisa ngomong Inggris-nya cas cis cus?

Kalau saya baca dari bukunya bahasa Inggris-nya mas Hani Sutrisno (founder SPEC), memang ada kesalahan dari sistem pembelajaran bahasa Inggris kita. Kita lebih ditekankan untuk belajar tata bahasa/ grammar, tenses, dll.. Padahal, kalau menurut pengalaman pribadi, harusnya mendorong pelajar untuk berani speak up, ngomong & ngobrol bahasa Inggris. Belepotan? Gapapa. Salah atau benar urusan nanti. Timbulkan dulu rasa senang belajar bahasa Inggris. Tekankan manfaatnya. Dorong biar berani ngomong bahasa Inggris. Baru habis itu perbanyak pengetahuan vocabulary-nya. Lalu baru perbaiki tata bahasa-nya.

Oh iya saya ada cerita pengalaman pribadi mirip "Hap" waktu pas jaman kuliah, ketemu bule di kampus yang menanyakan cara menuju ke gedung kampus kami yang lain (yang terpisah sekitar 6 km). Lalu saya berpikir buat kesana, bisa macam-macam cara. Saya harus tahu dulu dia mau naik angkot atau pakai mobil sendiri? Kalau naik angkot, saya kasih tahu angkot apa saja yang harus dinaiki. Kalau "bawa" mobil, saya akan kasih tahu rutenya. Akhirnya saya balik tanya,

“Do you bring car?”
Dan si bule pun melongo.
LOL =))

Eh, ngerti khan maksudnya? Harusnya saya bilang “Do you drive a car?” atau “are you going to be there by a car? I am going to show you the route by the car if you do.”

Bring car (bawa mobil)? Emangnya mobilnya dijinjing, heu :p

4 comments:

Yan Tama said...

ane bisa kesini juga gara2 googling "how to die fire"

maryanto oi said...

gara2 keyword 'how to die fire' ane masuk blog agan.

viki oktavian said...
This comment has been removed by the author.
dondigdo said...

ane ke sini gara2 dipaksa temen lho gan

You might like