Tuesday, June 9, 2015

Tips Menjadi Sales yang Disukai

Kalau perusahaan membuka lowongan pekerjaan untuk posisi sales executive, kira-kira bakal banyak yang melamar ga? Saya jamin rata-rata perusahaan kalau membuka lowongan untuk posisi yang melamar ga terlalu banyak, dibanding lamaran untuk posisi lain. Bahkan sering kali yang melamar motivasinya lebih karena tidak ada peluang buat dia melamar untuk posisi lain.

Sales identik dengan pekerjaan yang berisiko dan bertekanan tinggi. Kalau target tidak tercapai, bisa dengan gampangnya perusahaan akan memecat sales dan menggantikan dengan yang lain. Di lain sisi, sales sering disebelin sama calon customer yang dia prospek, karena seringkali sales menawarkan produk dengan ngotot dan pasang RG (Rai Gedeg / muka tembok) biarpun sudah ditolak.

Monday, June 8, 2015

Analogi Sales: Mau Jadi Tipe Cicak atau Laba-laba?

Pernah dengar dari seseorang, “Semua mahluk punya rejekinya masing-masing. Cicak yang tidak bisa terbang saja bisa dapat rejeki makan nyamuk yang bisa terbang.” Yoi, ada benarnya juga. Dan ini bisa menjadi analogi buat dunia sales. Seorang sales juga bisa memilih menjadi tipe seperti cicak atau laba-laba. Memang maksud dan bedanya apa?

Sunday, June 7, 2015

Tips Menulis Buku Buat Pemula

Ada orang bijak bilang, “Setidaknya sekali dalam seumur hidup, buatlah satu buku.” Buku disini maksudnya kita menulis sebuah karya tulis berbentuk buku yang dicetak dan dibaca untuk umum. Tentunya skripsi, thesis, dan proposal ga termasuk ya :D

Iya kalau dilihat-lihat, orang-orang besar yang saya tahu kebanyakan punya kesamaan memiliki 2 kemampuan, yaitu kemampuan menulis buku dan kemampuan berkomunikasi / public speaking. Misalnya Soekarno, Buya Hamka, Aa Gym, Jamil Azzaini, Tung Desem Waringin, dll.. 

Saturday, June 6, 2015

Live life at the the fullest

Melihat teman-teman bisa lebih sukses dari saya, tentunya saya ikut berbahagia. I'm happy for them. Tapi tidak bisa dipungkiri kadang ada rasa iri, mengapa saya belum bisa mencapai apa yang mereka capai. Dan terus terang kadang terasa sedikit mengintimidasi juga jadinya perasaan ini :D

Ya, kalau ‘melihat ke atas’ terus bisa dibilang tidak akan ada habisnya. Seringkali membuat kita menyesali langkah-langkah yang salah yang pernah kita ambil dulu, yang membuat kita menjadi tertinggal dari orang-orang yang kita pandang lebih sukses duluan. Tapi mau gimana lagi, people makes mistake, bruv :)

Jangan Lihat Hasilnya Saja, Tapi Lihat Juga Prosesnya.

Ada kejadian lucu pas jaman kuliah sekitar 12 tahun lalu (wah sdh tua juga ya saya ^^ ). Waktu itu saya sedang senang-senangnya belajar tentang pasar modal dan bercita-cita ingin bekerja sebagai pialang saham. Sampai-sampai waktu itu saya ikut pelatihan intensifnya yang diadakan di Bandung.

Lalu saya mencoba mengikuti ujian Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) pada tahun 2003 yang diadakan di kampus YPKP- Bandung. Jika lulus, maka saya akan mendapatkan lisensi untuk bisa menjadi broker / pialang saham secara resmi. Ibaratnya ini SIM-nya pialang saham. Kalau kerja jadi pialang tapi ketahuan sama Bapepam (sekarang OJK / Otoritas Jasa Keuangan) tidak punya lisensi WPPE, bisa kena sanksi. Tidak hanya pialangnya saja, tapi juga perusahaan sekuritas yang mempekerjakannya. Dan orang yang ikut ujian ini jarang sekali yang bisa langsung lulus. Banyak yang sampai mengulang berkali-kali, tetap saja tidak lulus. Hobi kali ya, heu.

Friday, June 5, 2015

Tips public speaking: Agar Bisa Presentasi Luar Biasa dan Bebas Grogi.

Saya dapat tips ringan yang lumayan efektif untuk menghilangkan grogi saat melakukan presentasi di depan orang banyak alias public speaking. Mau coba share ya, kali bermanfaat.

Jika kita melakukan presentasi di depan orang banyak, tentunya mengharapkan presentasi yang kita sampaikan menjadi suatu hal yang luar biasa, dimana orang-orang terkesima dan menikmati apa yang kita presentasikan. Mereka memahami apa yang disampaikan. Bahkan saking menikmatinya, audiens kita buat ke ‘belakang’-pun ga mau, karena takut ketinggalan materi yang kita sampaikan. Pokoknya inspiring banget deh.

Handling Complaint: Perlakukan Keluhan Pelanggan dengan Tepat

Mau sharing pengalaman makan di sebuah tempat makan yang cukup terkenal di Cirebon karena murah dan ramai, dimana saya dan keluarga kadang makan disana. Saat makan sudah hampir selesai dan minuman tinggal sedikit lagi, saya lihat ada lalat di jus yang saya pesan. Padahal jus tinggal sedikit lagi. Dan kondisinya di tempat makan itu termasuk banyak lalat juga. Padahal tempat makannya masuk kategori restoran lho.

Melihat kondisi itu, saya mau manfaatin buat ngetes kualitas pelayannya dalam menangani komplen. Saya kasih tahu waitress yang lagi lewat dekat dengan meja saya tentang adanya lalat yang masuk jus yang saya minum dan kondisi tempat makan yang banyak lalat. 

Respon awal yang mengejutkan dari pelayan itu setelah saya ceritakan kasus ini adalah, “Jadi jusnya mau diganti?” 

You might like